KOMENTAR: Studi yang representatif secara nasional biasanya melaporkan bahwa persentase wanita dalam hubungan jangka panjang yang secara teratur menggunakan pornografi relatif rendah. Jadi, temuan bahwa penggunaan pornografi yang lebih tinggi pada wanita berkaitan dengan hasil yang lebih baik seringkali didasarkan pada persentase kecil wanita yang memang menggunakan pornografi secara konsisten. Hal ini membuat temuan-temuan ini kurang menarik bagi masyarakat umum daripada yang terkadang ingin diyakinkan oleh para penulisnya.
Yang lebih menarik adalah hasil untuk pria, karena sebagian besar pria menggunakan pornografi. Studi terbaru pada pasangan melaporkan bahwa penggunaan pornografi oleh pria berhubungan positif dengan kepuasan seksual yang lebih rendah, kecemasan, depresi, tekanan seksual yang lebih besar, dan penghindaran emosional . Penggunaan pornografi oleh pria juga berhubungan negatif dengan tujuan seksual (penghindaran/pendekatan).
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
J Res Seks. 2021 16 Maret;1-15.
doi: 10.1080 / 00224499.2021.1893261.
Beáta Bőthe 1 , Marie-Pier Vaillancourt-Morel 2 , Sophie Bergeron 1
PMID: 33724108
DOI: 10.1080/00224499.2021.1893261
Abstrak
Penggunaan pornografi merupakan hal yang lazim, bahkan di kalangan individu yang berpasangan. Meskipun motivasi penggunaan pornografi mewakili prediktor utama perilaku seksual, penelitian sebelumnya hanya menilai hubungan antara frekuensi penggunaan pornografi dan kesejahteraan seksual, dengan hasil yang beragam. Studi diadik cross-sectional ini menguji hubungan antara frekuensi penggunaan pornografi individu dan pasangan, motivasi, dan kesejahteraan seksual. Data laporan diri dari 265 pasangan (Musia_pria = 31.49 tahun, SD = 8.26; Musia_wanita = 29.36 tahun, SD = 6.74) dianalisis menggunakan model saling ketergantungan aktor-mitra. Motivasi penghindaran emosional yang lebih besar pada pria dikaitkan dengan rendahnya fungsi seksual mereka (= -.24, p = 004) dan tekanan seksual yang lebih besar (= .19, p = 012), sedangkan motivasi keingintahuan seksual mereka yang lebih tinggi berhubungan dengan frekuensi seksual berpasangan yang lebih tinggi (= .15, p = 031), kepuasan seksual mereka yang lebih besar (= .13, p = 022), fungsi seksual (= .16, p = 009), dan tekanan seksual yang lebih rendah (= -.13, p = 043). Frekuensi penggunaan pornografi berpasangan yang lebih tinggi oleh perempuan dikaitkan dengan fungsi seksual mereka yang lebih besar (= .15, p = 034) dan tekanan seksual yang lebih rendah (= -.14, p = 012). Selain itu, frekuensi penggunaan pornografi individu yang lebih tinggi (= .33, p < 001) dan motivasi kenikmatan seksual yang lebih rendah (= -.35, p = 002) dikaitkan dengan frekuensi seksual berpasangan yang lebih tinggi. Tidak ada efek mitra yang diamati. Temuan menyoroti bahwa frekuensi penggunaan pornografi perempuan dan motivasi masing-masing pasangan mungkin memainkan peran penting dalam kesejahteraan seksual pasangan.
