Hubungan agresi, faktor kepribadian terpilih dan preferensi kategori pornografi (2018)

“Związek agresji, wybranych czynników osobowościowych oraz preferencji kategorii filmów pornograficznych”

Penulis: Rafał Gerymski

Bidang Studi: Psikologi

Diterbitkan oleh: Wydawnictwo Stowarzyszenia Naukowego Psychologia dan Seksuologia LGBT

Kata kunci: pornografi; kepribadian; lima besar; preferensi seksual; agresi

Ringkasan/Abstrak:

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi penggunaan pornografi dengan mempertimbangkan kategorinya. Itu memiliki karakter eksplorasi. 136 orang mengambil bagian dalam penelitian ini. Dari 25 kata kunci terpopuler yang digunakan untuk mencari pornografi di Internet, 8 kategori ternyata cukup populer untuk dianalisis: “amatir”, “BDSM”, “hardcore”, “lesbian”, “remaja”, “seks anal ”, “seks oral” dan “seks berkelompok”.

Tiga dari 5 hipotesis dikonfirmasi. Terdapat hubungan antara keterbukaan terhadap pengalaman dengan preferensi kategori “BDSM” dan “seks berkelompok”, serta antara frekuensi penggunaan pornografi dan agresi fisik.

Hubungan antara ekstraversi yang tinggi dan preferensi kategori ras (“Asia”, “Hitam/Ebony”, “Latina”, “Antar Ras”) menjadi mustahil untuk diverifikasi karena rendahnya popularitas kategori-kategori ini.

Tidak ada bukti hubungan antara tingkat kesesuaian yang rendah dengan preferensi kategori “hardcore” yang agresif. Studi ini juga menunjukkan perbedaan gender yang signifikan – laki-laki lebih cenderung memilih kategori “amatir” dan “remaja”, perempuan lebih memilih kategori “BDSM” dan “seks berkelompok”.

Informasi yang diperoleh dalam penelitian ini dapat sangat membantu dari perspektif praktik psikologi. Memperhatikan perbedaan gender serta popularitas preferensi dalam kategori dan data metaforis akan memungkinkan kita untuk lebih memahami dan menganalisis selama terapi pasangan yang memiliki masalah penyesuaian seksual atau masalah perkawinan terkait dengan menonton atau memandang pornografi berdasarkan gender oleh salah satu pasangan. Informasi ini juga dapat membantu dalam terapi pasien individu yang menunjukkan preferensi seksual yang terganggu yang mencegah mereka, misalnya, menjalin atau mempertahankan hubungan, serta dalam pekerjaan individu dengan klien yang kecanduan pornografi – informasi ini akan memungkinkan kita untuk lebih mengenali mekanisme kecanduan (berdasarkan peningkatan minat, eskalasi, sensitisasi, dan perwujudan serta preferensi seksual dalam kehidupan). Hasil ini dapat memungkinkan terapis untuk dengan mudah mengenali kapan preferensi individu akan berbeda dari yang paling populer.